Pokok-Pokok Hukum Asuransi

Posted: Februari 17, 2012 in Seri Hukum Bisnis

HUKUM ASURANSI

 

PERISTILAHAN

Istilah Perasuransian berasal dari kata “asuransi” yang berarti pertanggungana atau perlindungan atas sesuatu objek dari ancaman bahaya yang menimbulkan kerugian.

Istilah asuransi menurut bahasa Indonesia sering juga disebut dengan istilah pertanggungan, atau Verzekering atau assurantie (Bahasa Belanda) dan Assurance atau insurance (bahasa Inggris).

Dalam bahasa Belanda Hukum Asuransi dinamakan Verzekeringrecht sedangkan verzekerar (penanggung)  dan verzekerde (tertanggung). Hukum asuransi atau hukum pertanggungan di Inggris dikenal dengan Insurance, The Insurer (Penanggung) dan The Insured (tertanggung).

 

PENDAHULUAN

Dalam teori dan praktek perasuransian dikenal juga dengan istilah asuransi dan pertanggungan.  Dalam  bahasa Belanda dipakai istilah “verzekering dan assurantie” dan “insurance” dalam bahasa Inggris.

Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) Pasal 246 menentukan pengertian asuransi ‘’[atau pertanggungan sebagai berikut :

“Pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tentu.”

Unsur-unsur asuransi menurut pasal 246 KUHD yaitu :

1. Pihak-pihak

Pihak pihak yang dimaksud adalah pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian asuransi, yaitu: Tertanggung Yaitu pihak yang mengalihkan resiko. Tertanggung wajib membayar premi dan berhak memperoleh penggantian jika timbul kerugian atas objek yang diasuransikan. Pihak tertanggung biasanya adalah orang-perorangan.

Penanggung Yaitu pihak yang menerima pengalihan risiko. Penanggung mempunyai kewajiban untuk memikul risiko yang dialihkann kepadanya dan berhak memperoleh pembayaran premi dari tertanggung.

2. Status Pihak-Pihak

Penanggung adalah perusahaan badan hukum seperti perusahaan perseroan. Sedangkan tertanggung adalah perseorangan, persekutuan serta badan hukum baik sebagai perusahaan atau bukan perusahaan. Tertanggung berstatus sebagai pemilik atau pihak yang berkepentingan atas harta yang diasuransikan.

3. Objek Asuransi

Objek asuransi adalah berupa benda, hak atau kepentingan yang melekat pada benda, dan sejumlah uang yang disebut premi atau ganti kerugian. Karena objek asuransi ini timbul tujuan dari penanggung untuk memperoleh pembayaran sejumlah premi sebagai imbalan pengalihan risiko atas objek asuransi. Sedangkan tujuan tertanggung mengasuransikan objek asuransi bertujuan untuk bebas dari risiko dan memperoleh pergantian jika timbul kerugian atas harta miliknya.

4. Peristiwa Asuransi

Peristiwa asuransi adalah perbuatan hukum berupa persetujuan atau kesepakatan bebas antara penanggung dan tertanggung mengenai objek, peristiwa tidak pasti (evenement) yang mengancam benda asuransi.

5. Hubungan Asuransi

Hubungan yang timbul dari perjanjian asuransi adalah hubungan timbal balik, artinya hubungan keterikatan yang timbul karena kesepakatan yaitu kesediaan sukarela untuk memenuhi hak dan kewajiban masing-masing pihak.

 

Menurut ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian Pasal 1 angka (1) yang menyatakan bahwa:

“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara 2 (dua) pihak atau lebih dengan mana pihak penanggunga mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan pergantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggunga jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggalnya atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.”

Beberapa unsur penting dalam asuransi atau pertanggungan menurut Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang tersebut diatas, dapat ditentukan, yaitu :

1. Asuransi adalah suatu perjanjian,

Hubungan hukumnya berbentuk perjanjian antara para pihak.

2. Adanya pihak-pihak,

yaitu penanggung dan tertanggung. Pada umumnya penanggung adalah badan usaha atau perusahaan yang beraktivitas dalam kegiatan asuransi, sedangkan tertanggung dapat perorangan atau badan usaha.

3. Premi dari tertanggung kepada penanggung,

bahwa si tertanggung bersedia membayar sejumlah uang kepada penanggung dan sebaliknya penanggung bersedia menerima peralihan resiko apabila kejadian yang tidak tentu tersebut terjadi, dan akhirnya penanggung membayar konpensasi.

4. Adanya Peralihan Resiko

Peralihan resiko dari tertanggung kepada penanggung, akibat telah disepakatinya perjajian asuransi.

5. Evenement

Yaitu peristiwa yang tidak tentu terjadinya yang menimbulkan kerugian terhadap tertanggung.

6. Ganti rugi,

Apabila peristiwa tak tentu tersebut benar-benar terjadi, dan sebaliknya apabila peristiwa tersebut tidak terjadi, penanggung tetap dapat menikmati premi yang dibyar oleh tertanggung.

 

PENGATURAN

Asuransi diatur dalam berbagai ketentuan, yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) dan aturan lainnya:

  1. KUHD :
    1. Buku I, bab IX tentang Pertanggungan pada umumnya (Pasal 246 s.d. Pasal 286);
    2. Buku I, bab X tentang Pertanggungan Kebakaran, bahaya hasil panen dan pertanggungan jiwa (Pasal 287 s.d. Pasal 308)
    3. Buku II, bab X tentang pertanggungan terhadap bahaya dalam pengangkutan darat dan di perairan darat (Pasal 686 s.d. Pasal 695)

 

  1. Di Luar KUHD, ada beberapa peraturan lama yang berkaitan dengan kegiatan asuransi atau pertanggungan yang masih berlaku dan peraturan baru seperti :
    1. Ordonantie op het Levenverzekeringbedrift, s. 1944-101 mulai berlaku pada 1 Mei 1941, penjelasannya dalam Bijblad 15108;
    2. Pertanggungan terhadap pencurian dan pembongkaran (diefstalen enbraak)
    3. Pertanggungan terhadap kerugian perusahaan (bedriftschade);
    4. Pertanggungan terhadap kecelakaan (ongevallenverzekering);
    5. Pertanggungan kredit;
    6. KItab Undang-Undang Hukum Perdata, Buku III tentang Perikatan
    7. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1002 Tentang Perasuransian, dll
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s